Kawaii Beauty Japan

Lifestyle

8 Fakta Menarik Tentang Bagaimana Seks Mempengaruhi Otak

Aktivitas seksual ternyata memberikan berbagai macam manfaat bagi tubuh, seperti memperbaiki mood, mengurangi rasa sakit, dan masih banyak lagi.

Santi Berlinawati

Para peneliti saat ini mulai mengungkapkan lebih banyak lagi fakta tentang pengaruh apa saja yang timbul dari aktifitas seksual terhadap tubuh. Misalnya saja studi yang dilakukan oleh Barry R. Komisaruk,PhD, seorang profesor yang cukup dikenal dalam bidang psikologi dari Rutgers University di Newark, New Jersey. Dia menyatakan bahwa ini bukanlah bidang studi yang mudah untuk dipelajari. Namun sekarang mulai tampak beberapa titik terang mengenai bagaimana seks mempengaruhi otak manusia. Berikut ini di antaranya.

Seks Itu Seperti Drug

Seks dapat membuat seseorang merasa senang. Itulah kenapa kita menyukainya. Kesenangan yang didapat dari seks berasal dari pelepasan dopamine, yang juga merupakan salah satu bahan kimia yang membuat orang high ketika memakai narkoba. “Memakai kokain dan melakukan seks, rasanya tidaklah sama. Namun keduanya melibatkan bagian otak yang sama, di samping bagian otak lainnya,” ungkap Timothy Fong, MD, seorang profesor dalam bidang psikiatri di UCLA’s David Geffen School of Medicine.

BACA JUGA: Rahasia Mengenai Klitoris Yang Harus Diketahui Para Wanita

Seks Dapat Berfungsi Sebagai Antidepresan

Sebuah studi dari Universitas di Albany tahun 2002 yang dilakukan pada 300 orang wanita, menemukan bahwa wanita yang melakukan seks tanpa kondom memiliki lebih sedikit gejala depresi dibandingkan dengan wanita lain yang menggunakan kondom. Para peneliti membuat hipotesis bahwa kandungan zat-zat pada sperma, termasuk estrogen dan prostaglandin, memiliki zat antidepresan yang diserap oleh tubuh setelah berhubungan seksual.

Sex Terkadang Bisa Jadi Downer

Downer adalah obat-obatan yang dapat mengurangi excitability atau rasa bersemangat yang berlebihan, serta bersifat menenangkan. Seks terkadang juga memiliki efek yang serupa. Pada saat melakukan seks,  memang timbul rasa senang yang luar biasa. Namun setelah itu? Berdasarkan penelitian, ada semacam post-sex blues, di mana wanita merasa sedih setelah berhubungan seks. Belum bisa diketahui apa penyebab sindrom ini yang sebenarnya, namun beberapa kemungkinan adalah rasa menyesal dan karena keterpaksaan.    

Seks Mengurangi Rasa Sakit

Pada tahun 2013, sebuat studi di Jerman menunjukkan bahwa 60% peserta studi penderita migrain dan 30% lainnya penderita cluster headache yang melakukan hubungan seks selama sakit kepala, merasakan sakitnya berkurang bahkan sembuh total. Beverly Whipple, PhD, seorang profesor dari Rutgers University menyatakan bahwa wanita yang dirangsang pada bagian G spotnya memiliki ketahanan terhadap rasa sakit yang lebih tinggi.     

Seks Bisa Menghapus Memori

Setiap tahun, kurang dari 7 di antara 100.000 orang mengalami “amnesia sementara global”, sebuah kondisi amnesia sementara yang tidak dapat dikaitkan dengan kondisi neurologis lainnya. Kondisi ini bisa disebabkan oleh aktifitas seks yang dasyat atau stres, rasa sakit, cedera kepala ringan, prosedur medis, dan terjun ke dalam air panas atau dingin. Amnesia ini akan berlangsung selama beberapa menit atau beberapa jam.

Seks Bisa Menambah Ingatan

Hal ini belum dibuktikan pada manusia, namun sudah dipelajari pada hewan pengerat di tahun 2010. Tikus yang melakukan seks setiap hari selama 14 hari berturut-turut, memiliki lebih banyak neuron yang tumbuh pada hippocampus, area pada otak yang berkaitan dengan daya ingat. Ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan tikus yang hanya melakukan seks sebanyak 1 kali selama 14 hari tersebut.

Seks Menenangkan

Sebuah studi menemukan bahwa orang yang baru saja melakukan hubungan seksual dapat bereaksi dengan lebih baik terhadap situasi menegangkan, seperti ketika harus berbicara di depan publik. Bagaimana seks bisa mengurangi ketegangan? Dalam kasus ini adalah dengan menurunkan tekanan darah.

Seks Menyebabkan Kantuk

Pria lebih cenderung mengantuk dikarenakan seks dibandingkan wanita. Menurut para ilmuwan, oksitosin dan serotonin dilepaskan setelah ejakulasi, yang menyebabkan rasa kantuk setelah berhubungan seksual.

Itulah 8 fakta mengenai kaitan antara seks dengan otak kita yang mungkin baru kamu dengar. Menarik sekali bukan?  

BACA JUGA: Melakukan Ini Saat Berhubungan Seks, Ternyata Bisa Membuat Pria Merasa Bosan!

Santi Berlinawati
Share this article

Artikel Terkait