Kawaii Beauty Japan

Lifestyle

Tips Praktis Menentukan Nasib Pakaian dalam Bekas

Sering bingung mau buang pakaian dalam kemana? Jelas kan kamu tidak mungkin memberikannya ke orang.

Fitri Ratna Irmalasari

Sadar atau tidak, kita semua pasti membutuhkan pakaian dalam kan? Nah, jika tiba waktunya pakaian dalam itu harus pensiun karena telah usang, apa yang sebaiknya kita lakukan? Pernahkah kamu berpikir bagaimana sebaiknya memperlakukan pakaian dalam usang yang sudah tidak terpakai? Kita mungkin punya kebiasaan yang berbeda untuk urusan yang satu ini. Mungkin ada yang menganggapnya sepele. Toh, hanya pakaian dalam. Kalau sudah usang, ya dibuang saja. Bungkus dengan kantong plastik, lalu buang ke tempat sampah dan beres. Namun, ada juga masih ragu membuang pakaian dalam bekasnya, bahkan menumpuknya di sudut lemari hingga bertahun-tahun.

Sebenarnya ada banyak alasan di balik keraguan membuang pakaian dalam. Anggapan sebagian besar perempuan Indonesia bahwa pakaian dalam adalah benda yang sangat personal dan menyangkut privasi adalah satu alasannya. Ada juga yang mengaku takut pakaian dalamnya menjadi koleksi para fetish celana dalam. Ini serius lho! Kamu bisa mencari informasinya di internet, ladies! Jangan kaget kalau kamu menemukan komunitas pengoleksi celana dalam bekas perempuan. Uh, membayangkannya saja malas ya. Yang lainnya mengaku takut dipelet atau disantet. Ada juga yang sekadar merasa tidak enak hati kalau sampai pakaian dalam bekasnya ditemukan bapak tukang sampah. Lalu bagaimana sebaiknya memperlakukan pakaian dalam bekas? Tips berikut dihimpun dari pengakuan beberapa teman perempuan. Yuk, intip apa kata mereka.

Isi Bantal Duduk

Agar pakaian dalammu bisa terbebas dari lemarimu, coba kumpulkan pakaian dalam bekas anggota keluarga kamu dan potong kecil-kecil pakaian dalam tersebut sampai tidak terlihat lagi bentuk aslinya dan kamu bisa mengisi bantal-bantal duduk di rumahmu yang sudah kempes agar bisa kembali berisi.

Kain Lap

Agar tidak sia-sia bekas pakaian dalam kamu. Kamu bisa memanfaatkan pakaian dalam bekas sebagai kain lap dinding dapur atau kamar mandi. Tapi ingat! Pakaian dalam harus dicuci bersih dan direndam air hangat sebelum dijadikan kain lap

Dibakar

Supaya tidak berceceran, kumpulan pakaian dalam bekas yang bentuknya sudah tidak karuan lebih baik dibakar saja. Cara ini untuk mengantisipasi kejadian memalukan. Misalnya, ketika kamu hanya membungkus pakaian dalam dengan kantong plastik dan membuangnya di tempat sampah di depan rumah atau depan pintu kamar kos. Tanpa sengaja kantong itu jatuh dan isinya berceceran ketika diangkut petugas kebersihan atau diacak-acak hewan piaraan tetangga. Manusiawi, tapi agak bikin risih, ya kan? Apalagi jika kondisi pakaian bekas sudah sangat usang.

Dibuang

Jika kamu tidak mau repot, langsung saja buang. Tapi sebelumnya, pakaian dalam dibungkus dengan beberapa plastik hitam atau koran bekas. Kemudian diselotip atau diikat dengan tali rafia. Setelah itu, masukkan ke dalam kantong plastik dan buang. Voila!

Wah, membuang “mantan sahabat” (baca: pakaian dalam) ternyata memerlukan metode khusus dan kreativitas. Semoga tips di atas bisa menjadi referensi ya, ladies. Jika ada ide lainnya, jangan ragu membagikannya di sini.

Tagged in:
Fitri Ratna Irmalasari
writer, editor, translator, and researcher.
Share this article

Artikel Terkait