Kawaii Beauty Japan

Lifestyle

Hati-Hati! Sifat Narsis Merupakan Tanda Gangguan Kepribadian

Sesekali narsis sih tak jadi masalah. Tetapi jangan sampai kamu keterusan, ya. Dampaknya bisa berbahaya!

Melisa

Apakah kamu punya teman dengan sifat narsis, ladies?

Atau justru kamu sendiri yang bersifat narsis?

Sebenarnya perilaku narsis dalam batas wajar bukanlah masalah besar. Apalagi kalau hanya dilakukan untuk seru-seruan bersama sahabat dan orang-orang terdekat. Masalah justru mulai muncul bila seseorang tidak bisa mengendalikan hasrat narsisnya hingga melakukan hal-hal yang mengganggu orang lain.

Mengenal Definisi Narsis Menurut Psikologi

Dalam ilmu psikologi, istilah narsis dikenal dengan nama lengkap Narcissistic Personality Disorder (NPD). Orang-orang yang mengalami NPD biasanya menuntut untuk diperlakukan lebih istimewa dari orang lain, merasa dirinya adalah pribadi spesial, serta memiliki banyak kelebihan yang tidak dimiliki orang lain.

Jika dibiarkan berlarut-larut, NPD akan berkembang menjadi narsisme. Biasanya narsisme juga diliputi oleh sikap angkuh, egois, ingin menjadi orang paling berkuasa, sering memanipulasi keadaan, dan selalu memprioritaskan diri sendiri.

Tentang Gejala-Gejala NPD

Pada umumnya, orang yang mengalami NPD menunjukkan gejala-gejala serupa yaitu :

  • Merasa diri sendiri lebih penting dari orang lain
  • Sibuk dengan fantasinya sendiri. Berkhayal memiliki kekuasaan, harta, kekuatan, dan para yang sempurna
  • Senantiasa haus pujian dari orang lain
  • Menunjukkan sikap sombong, egois, dan ingin menang sendiri
  • Tidak pernah menghargai kepentingan orang lain
  • Hanya mau bergaul dengan kalangan yang dianggap “sepadan”
  • Merasa sangat iri kepada orang yang memiliki kelebihan
  • Meyakinkan dirinya sendiri bahwa orang lain selalu iri dengan keadaannya

Di zaman modern ini, aktivitas selfie berlebihan juga menjadi salah satu tanda NPD. Orang yang ber-selfie puluhan bahkan ratusan kali setiap hari menunjukkan bahwa dirinya harus selalu tampak menarik dan sempurna. Ketika diunggah ke media sosial dan mendapat banyak like dan komentar, orang-orang dengan NPD akan mendapatkan kepuasan batin tersendiri.

Narsis Itu Berbeda dengan Percaya Diri

Perbedaan narsis dan percaya diri

Memiliki rasa percaya diri yang tinggi memang baik. Karena dengan rasa percaya diri, seseorang mampu menangani rasa segan dan malunya untuk memberikan performa terbaik dalam setiap hal. Tetapi ketika rasa percaya diri mulai berkembang ke arah sombong dan egois secara terus-menerus, bisa jadi hal tersebut merupakan gejala NPD. Ada beberapa faktor yang memicu NPD pada seseorang. Misalnya karena pola asuh yang salah sejak kecil serta faktor genetik yang diperparah dengan kebiasaan berpikir.

Orang-orang dengan NPD bisa memiliki masalah hidup yang lebih kompleks. Mereka cenderung dijauhi dalam pergaulan, menjadi obyek bullying, mudah depresi dan putus asa bila realita tidak sesuai ekspektasinya bahkan bisa berujung pada penggunaan obat-obatan terlarang atau keinginan bunuh diri.

Oleh sebab itu, orang yang mengidap NPD harus dibantu untuk mengenali dirinya dan mulai berempati pada lingkungan sekitar. Konsultasi dengan psikiater juga bisa dilakukan untuk membantu mengatasi NPD yang sangat mengganggu.

Kamu pasti kesal bila bertemu dengan orang yang narsis secara berlebihan. Tenangkan dirimu ya, ladies! Siapa tahu orang yang menyebalkan itu justru membutuhkan dukungan besar dari orang-orang sekitarnya maupun pihak psikiater. Jangan mudah terpancing emosi karena sikap bijak justru membuat kepribadianmu tampak lebih elegan dan tenang.

Tagged in:
Melisa
day-dreamer, night-thinker, black enthusiast :)
Share this article

Artikel Terkait