Kawaii Beauty Japan

Diet

Cara Menurunkan Berat Badan dengan Cepat Menggunakan Teh Hijau

Teh hijau memiliki banyak sekali khasiat. Salah satu yang cukup populer adalah manfaatnya untuk menurunkan berat badan. Bagaimana sih cara diet ampuh dengan teh hijau?

Santi Berlinawati

Meskipun belum bisa mengalahkan kepopuleran teh hitam, namun jumlah konsumsi teh hijau semakin meningkat di seluruh penjuru dunia. Salah satu sebabnya adalah karena teh hijau memiliki potensi untuk menurunkan berat badan. Beberapa studi memang menunjukkan jika kandungan flavonoid dan kafein yang terdapat di dalam teh hijau bisa membantu meningkatkan metabolisme tubuh, meningkatkan oksidasi lemak, dan bahkan memperbaiki aktivitas insulin.

Seberapa Cepatkah Teh Hijau Mampu Menurunkan Berat Badan?

Teh hijau

Sebuah studi membuktikan bahwa mereka yang mengkonsumsi teh hijau dan kafein dapat menurunkan berat badannya hingga 2,9 pon atau 1,3 kg dalam waktu 12 minggu, sembari tetap menjalankan program diet mereka. Studi lain juga memperlihatkan peningkatan output kalori, yang setara dengan 100 kalori dalam waktu 24 jam.

Berapa Banyak Teh Hijau yang Harus Diminum agar Berat Badan Turun?

Kamu tidak perlu minum teh hijau sebanyak-banyaknya untuk bisa menurunkan berat badanmu. Hasil diet seseorang memang dipengaruhi oleh berbagai macam faktor. Namun berdasarkan penelitian, kamu sebaiknya minum setidaknya 2,5 cangkir teh hijau kalau ingin berat badan cepat turun.

Jenis Teh Hijau Apa yang Paling Bagus untuk Diet?

Kalau kamu memang berniat untuk diet menggunakan teh hijau, sebaiknya pilih teh hijau Matcha. Jenis ini adalah sumber teh hijau yang paling kaya akan nutrisi dan antioksidan. Dengan Matcha, kamu akan mendapatkan seluruh bagian daun teh yang dihaluskan, dan kemudian diseduh untuk ikut dikonsumsi semuanya. Jenis teh hijau yang lain biasanya diseduh, dan disisakan ampasnya. Yang dikonsumsi hanyalah air seduhannya saja, sehingga khasiatnya tidak sebaik Matcha, yang seluruh bagiannya harus dikonsumsi.

Bagaimana Cara Membuat Teh Hijau yang Benar untuk Diet?

Sangat berhati-hatilah ketika menyeduh teh hijau. Air mendidih tidak begitu bagus bagi catechins, yaitu kandungan kimia yang menyehatkan di dalam teh hijau. Cara menyeduh yang benar adalah dengan merebus air hingga mendidih. Kemudian, jangan langsung menuangnya ke atas teh hijaumu. Tunggu sebentar selama 10 menit. Setelah itu, siramkan air panas tersebut ke atas teh hijau, dan biarkan terseduh selama 1 menit sebelum menyajikannya. Atau kalau kamu penyuka teh yang kental, kamu bisa menyeduhnya lebih lama.

Apa Saja Manfaat Teh Hijau?

Teh hijau sangat bagus untuk keindahan tubuh dan kesehatan. Teh hijau memiliki banyak sekali nutrisi, temasuk antioksidan, anti kanker, dan kandungan yang mendukung kesehatan otak. Teh hijau juga mengandung kadar polyphenol yang lebih tinggi, yang disebut dengan catechins, jika dibandingkan dengan jenis teh lain. Kandungan aktif inilah yang berperan dalam penurunan berat badan. Catechins mencegah penumpukan lemak tubuh, serta meningkatkan suhu tubuh sehingga tubuh kita akan membakar lebih banyak kalori. Di samping itu, kafein di dalam teh hijau juga mampu membakar kalori dan lemak. Setiap 100 mg kafein yang kamu minum, kamu akan membakar 9 kalori.     

Kapan Harus Minum Teh Hijau untuk Diet?

Mulailah harimu dengan teh hijau begitu bangun tidur. Kamu bisa meminumnya hangat ataupun dingin. Ada studi yang menunjukkan jika meminum teh hijau dingin dapat membakar lebih banyak kalori karena tubuh akan mengeluarkan energi untuk menghangatkan minuman yang dingin tersebut. Minumlah lagi 8 ons sebelum sarapan. Minum teh hijau 2 kali di pagi hari akan membuatmu merasa lebih kenyang. Namun jangan pernah lewatkan sarapan  karena itulah yang akan meningkatkan metabolismemu. Minumlah juga sebelum makan siang dan makan malam. Namun, karena teh hijau mengandung kafein, mungkin kamu harus menghindarinya menjelang tidur. Jangan lupa juga, batasi menambah gula pada teh hijaumu.

Bagaimana, ladies? Sudah siap untuk minum teh hijau demi menurunkan berat badan kamu? Tidak perlu tersiksa bukan?

Santi Berlinawati
Share this article

Artikel Terkait