Kawaii Beauty Japan

Health

Tahukah Kamu, Apa Penyebab Karang Gigi yang Sebenarnya?

Gigi berkarang tak hanya membuat kita tak percaya diri, namun juga sering menyebabkan rasa ngilu dan sakit karena gigi semakin rusak. Kenapa sih sebenarnya karang gigi bisa terjadi?

Santi Berlinawati

Banyak yang tidak menganggap jika karang gigi juga merupakan gangguan kesehatan. Sebagian besar kita mengalami karang gigi. Semakin tua umur seseorang, biasanya semakin parah pula karang gigi yang dialaminya karena dia tidak lagi mampu menerima manfaat fluoride secara maksimal.

Gulakah yang Menyebabkan Karang Gigi?

Sebuah studi menyatakan bahwa gula merupakan satu-satunya penyebab karang gigi. Namun tidak sesederhana seperti mengatakan bahwa konsumsi gula selalu mengakibatkan karang gigi.

Studi tersebut dilakukan dengan mempelajari catatan kesehatan penduduk di dunia. Para peneliti menyimpulkan bahwa tingkat terjadinya karang gigi, terutama di Amerika Serikat, yang terjadi karena konsumsi gula sudah terlampau tinggi. Sekitar 60 hingga 90 persen anak-anak berusia sekolah, dan 92 persen orang dewasa di Amerika sedang atau pernah mengalami karang gigi.

Sementara itu di Nigeria, hanya dua persen masyarakatnya yang mengalami karang gigi (semua usia). Hal ini karena pola makan mereka hampir tidak mengandung gula. Mereka hanya mengkonsumsi gula rata-rata 2 gr setiap harinya. Ini sangat berlawanan dengan yang terjadi di Amerika. Begitu pula di Jepang. Efek gula pada gigi benar-benar terlihat dengan jelas di negara tersebut.

Bagaimana Gula Merusak Gigi?

Memang tak perlu dipertanyakan lagi jika konsumsi gula yang tinggi tidak baik bagi kesehatan secara umum, seperti serangan jantung, diabtes, dan kanker, termasuk juga merusak kesehatan gigi.  

Sebagai karbohidrat, gula adalah makanan favorit bagi bakteri di dalam mulut. Bakteri-bakteri tersebut hidup di dalam mulut dengan memakan sisa-sisa makanan yang tertinggal di dalamnya, terutama yang mengandung gula dan tepung. Mereka menghasilkan asam sebagai produk sampingan. Asam tersebut bisa mengikis enamel gigi kalau kamu tidak rajin menjaga kebersihan gigimu. Bakteri-bakteri tersebut juga hidup berkelompok, dan berkomunikasi satu sama lain di dalam selaput yang lengket, yang kemudian kita kenal sebagai plak gigi.   

Apakah Semua yang Mengonsumsi Gula Mengalami Karang Gigi?

Tidak. Ada orang yang suka mengkonsumsi gula namun tidak mengalami karang gigi. Kenapa? Karena proses terbentuknya karang gigi disebabkan oleh berbagai macam faktor, termsauk faktor genetis. Beberapa orang secara genetis memang lebih rentan mengalami karang gigi dan masalah gusi dibandingkan orang lain.  

Namun pada dasarnya, bakterilah yang menyebabkan karang gigi, yaitu ketika mikroorganisme tersebut terus menerus memproduksi asam dalam jumlah yang sudah tidak bisa lagi diatasi oleh air liur. Dan yang lebih menentukan lagi adalah faktor frekuensi dan waktu, bukan jenis dan banyaknya gula yang dikonsumsi.  

Lamanya gula berada di dalam mulut merupakan faktor yang sangat penting. Begitu pula dengan apakah kamu segera membersihkannya dengan pasta gigi yang mengandung fluoride, yang akan segera bereaksi terhadap kehadiran asam yang dihasilkan bakteri tersebut. Dengan kata lain, jumlah gula yang kamu konsumsi tidak begitu berpengaruh dibandingkan dengan pola bagaimana kamu mengkonsumsinya. Efek gula pada gigi lebih terkendali dengan menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride.  

Oleh sebab itulah ladies, menjaga kebersihan gigi dan mulut adalah hal wajib yang harus kamu lakukan. Jangan biarkan sisa-sisa makanan lama-lama berada di dalam mulut. Segera bersihkan dengan pasta gigi yang mengandung fluoride agar asam penyebab karang gigi yang dihasilkan bakteri mulut dapat dikurangi. Dengan begitu, kamu pun akan terhindar dari gigi berkarang.

Tagged in:
Santi Berlinawati
Share this article

Artikel Terkait