Foto 5 Penyebab Kanker yang Ternyata Hanyalah Mitos Belaka

5 Penyebab Kanker yang Ternyata Hanyalah Mitos Belaka

Foto Santi Berlinawati
Santi Berlinawati
Contributor
Kian tingginya penderita kanker di dunia, masyarakat pun dibanjiri dengan informasi mengenai kanker yang cukup bermanfaat. Sayangnya, ada beberapa informasi yang sebenarnya hanya mitos belaka.

Apa saja yang kamu ketahui mengenai penyakit kanker? Apakah kamu yakin bahwa informasi yang kamu dapatkan sudah benar-benar valid, atau ternyata hanyalah berupa mitos alias masih dipertanyakan kebenarannya? Di antara informasi-informasi mengenai kanker yang beredar saat ini, 5 mitos di bawah ini pastinya sering kamu dengar, bahkan kamu percayai.

5 Penyebab Kanker yang Ternyata Hanyalah Mitos Belaka

Jangan keburu paranoid dulu ya, ladies! Ternyata hal-hal ini tidak perlu kamu percayai karena hanyalah mitos belaka. Nah, simak dulu mitos-mitos ini ya!

MITOS: Telepon Seluler dan Pemanis Buatan Menyebabkan Kanker

Menggunakan handphone

Faktanya: Meskipun sudah ramai sekali diberitakan, namun sebenarnya belum ada bukti ilmiah yang benar-benar menyatakan bahwa telepon seluler dan pemanis buatan adalah penyebab kanker pada manusia. Hal ni disampaikan oleh Jack Jacoub, MD, seorang ahli onkologi di MemorialCare Cancer Institute di Orange Coast Memorial Medical Center, Fountain Valley, California.

Lalu, dari mana berita itu berasal? Pada tahun 1970an memang ada studi yang menghubungkan antara pemanis buatan dengan kanker, tapi studi tersebut dilakukan pada binatang, dan ternyata tidak berlaku pada manusia. Meskipun ada beberapa studi yang menyatakan ada hubungan antara telepon seluler dengan kanker otak, namun banyak yang menolaknya. WHO sendiri juga menyatakan bahwa belum cukup bukti yang menunjukkan bahwa kedua hal di atas adalah penyebab kanker.

Jacoub menyarankan agar kita lebih fokus pada hal-hal yang sudah benar-benar terbukti secara ilmiah dapat mengurangi resiko kanker, seperti stop merokok, konsumsi banyak sayuran, dan olahraga.  

MITOS: Orang Berkulit Gelap Tidak Akan Terkena Kanker Kulit

Wanita berkulit gelap

Faktanya: Orang-orang dengan kulit putih memang memiliki resiko lebih besar terserang melanoma dan jenis-jenis kanker lainnya. Namun, Joshua Fox, MD, direktur kesehatan Advanced Dermatology, PC, di New York memperingatkan bahwa hal tersebut tidak menjamin, apalagi jika tidak ada upaya-upaya pencegahan.

Tanda-tanda kanker kulit pada orang-orang berkulit gelap seringkali terlewatkan, bahkan oleh dokter. Padahal tanda-tanda tersebut bisa saja muncul di tempat-tempat yang tidak terlihat, seperti di bawah kuku, telapak tangan, telapak kaki, serta selaput lendir di sekitar mulut, kelopak mata, dan kelamin. Akibatnya, sering terjadi keterlambatan diagnosa sehingga kanker lebih sulit ditangani.

MITOS: Kelebihan Lemak Bisa Berdampak Buruk pada Jantung, Namun Tidak untuk Kanker

Orang gemuk

 Faktanya: American Cancer Society menyatakan bahwa dari 5 kasus kematian karena kanker, 1 di antaranya disebabkan oleh kelebihan berat badan. Terlalu gemuk meningkatkan resiko terkena kanker usus besar, ginjal, pankreas, empedu, tiroid, dan prostat.

Apalagi, kegemukan seringkali tidak terpisah dari kebiasaan konsumsi makanan berlemak serta kurangnya asupan buah dan sayuran yang merupakan makanan pencegah kanker.

MITOS: Kanker Tidak Bisa Ditularkan dari Satu Orang ke Orang Lainnya

Sakit kanker

Faktanya: Benar, memang kanker bukanlah penyakit menular. Namun, beberapa virus penyebab kanker dapat menular. Bahkan, Robert Haddad, MD dari Dana-Farber Cancer Institute di Boston menyatakan bahwa dalam satu dekade ini, virus HPV menjadi penyebab naiknya angka penderita kanker mulut dan kerongkongan.

Kedua jenis kanker ini awalnya lebih banyak terjadi pada perokok berat dan pecandu alkohol. Namun saat ini, 70% di antaranya terjadi karena infeksi virus HPV yang menyebar melalui seks oral, yang kemudian akan menyebabkan kanker beberapa tahun setelah itu.

MITOS: Mencokelatkan (Tanning) Kulit Bisa Melindungimu dari Kanker Kulit

Tanning kulit

FAKTA: Menggelapkan warna kulit, baik dengan berjemur atau dengan tanning bed bisa berdampak buruk pada kulit dan meningkatkan resiko kanker kulit. Belum lagi kulit menjadi keriput, kusam, kendur, berbintik-bintik cokelat, dan mengalami tanda-tanda penuaan lainnya.

Menggelapkan warna kulit hanya berkontribusi sedikit sekali, yaitu setara dengan SPF 3. Selain itu, menggunakan tabir surya memang sangat penting. Namun seharusnya yang lebih diutamakan adalah mengurangi aktifitas di bawah terik matahari langsung pada pukul 11 – 12 siang, karena pada saat itulah paparan sinar UV adalah yang paling kuat.


Melindungi dirimu dari resiko terkena kanker dengan mencegahnya sedari dini memang penting, ladies! Tapi, jangan sampai kamu termakan mitos-mitos yang beredar di masyarakat dan malah paranoid sendiri ya, ladies!

Artikel Selanjutnya

Logo Kawaii Beauty Japan

Gabung di social media kami untuk mendapatkan informasi dan tips kecantikan.

© 2020 PT Media Makmur

Logo Kawaii Beauty Japan Newsletter

Dapatkan informasi menarik beserta update Present terbaru dari Kawaii Beauty Japan dengan mengisi identitas Kamu di sini

Caffino, Kopi Pertama yang Mengedepankan Authenticity

Caffino, Kopi Pertama yang Mengedepankan Authenticity

Ayu Dewi Handayani Ayu Dewi Handayani
Kulit Kenyal Bercahaya Hanya Dengan Satu Produk

Kulit Kenyal Bercahaya Hanya Dengan Satu Produk

Ayu Dewi Handayani Ayu Dewi Handayani
Parfum Ala Wanita Paris Kini Hadir di Indonesia!

Parfum Ala Wanita Paris Kini Hadir di Indonesia!

Ayu Dewi Handayani Ayu Dewi Handayani
Berani Berkreasi dan Mendobrak Batas Bersama Ultra Milk

Berani Berkreasi dan Mendobrak Batas Bersama Ultra Milk

Ayu Dewi Handayani Ayu Dewi Handayani
Kenali Cara Baru Merawat Kulit Kering

Kenali Cara Baru Merawat Kulit Kering

Ayu Dewi Handayani Ayu Dewi Handayani
Jakarta Culinary Feastival 2019 Kembali Digelar

Jakarta Culinary Feastival 2019 Kembali Digelar

Ayu Dewi Handayani Ayu Dewi Handayani
DHC Brand Skincare Berbahan Alami Khas Jepang

DHC Brand Skincare Berbahan Alami Khas Jepang

Ayu Dewi Handayani Ayu Dewi Handayani