Kawaii Beauty Japan

Japan

Karakter Masyakarat Jepang yang Patut Dicontoh

Negara Jepang terkenal dengan ilmu teknologinya yang sangat maju dan masyarkatnya yang pekerja keras. Selain kerja keras, apa sajakah karakter yang dapat kita contoh?

Hikma Adriani

Mendengar kata “Jepang” pasti yang tersirat di benak kita adalah ilmu teknologinya yang maju dan etos kerja masyarakatnya yang sangat baik. Oleh karena itu, tidak ada salahnya bagi kita untuk mencontoh karakter orang Jepang yang menjadikan mereka seperti sekarang ini. Berikut adalah karakter orang Jepang yang patut dicontoh:

Kerja Keras

Sudah menjadi rahasia umum bahwa bangsa Jepang adalah pekerja keras. Rata-rata jam kerja pegawai di Jepang adalah 2450 jam/tahun. Sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika (1957 jam/tahun), Inggris (1911 jam/tahun), Jerman (1870 jam/tahun), dan Perancis (1680 jam/tahun). Seorang pekerja Jepang boleh dikatakan bisa melakukan pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh 5-6 orang. Pulang cepat adalah sesuatu yang boleh dikatakan “agak memalukan” di Jepang, dan menandakan bahwa pegawai tersebut termasuk “yang tidak dibutuhkan” oleh perusahaan.

BACA JUGA: Step By Step Mudah Belajar Bahasa Jepang Otodidak

Malu

Malu adalah budaya leluhur dan turun temurun bangsa Jepang. Harakiri (bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perut) menjadi ritual sejak era samurai yang mereka lakukan ketika kalah dalam pertempuran. Masuk ke dunia modern, wacananya sedikit berubah ke fenomena “mengundurkan diri” bagi para pejabat yang terlibat masalah korupsi atau karena gagal menjalankan tugasnya. Dampak negatifnya mungkin adalah anak-anak SD, SMP yang kadang bunuh diri karena nilainya jelek. Mereka juga malu terhadap lingkungannya apabila mereka melanggar peraturan ataupun norma yang sudah menjadi kesepakatan umum.

Inovasi

Jepang memang bukan bangsa penemu, tetapi mereka mempunyai kelebihan meracik temuan orang dan kemudian memasarkannya dalam bentuk yang lebih diminati oleh masyarakat. Teknik perakitan kendaraan roda empat juga bukan diciptakan orang Jepang, patennya dimiliki oleh orang Amerika. Tapi ternyata Jepang dengan inovasinya bisa mengembangkan industri perakitan kendaraan yang lebih cepat dan murah.

BACA JUGA: Panasonic Jepang Ciptakan Robot Keramas!

Loyalitas

Loyalitas membuat sistem kerja di sebuah perusahaan berjalan dan tertata rapi. Sedikit berbeda dengan sistem kerja di Amerika dan Eropa, sangat jarang orang Jepang yang berpindah-pindah pekerjaan. Mereka biasanya bertahan di satu ada dua perusahaan sampai pensiun. Ini mungkin implikasi dari Industri di Jepang yang kebanyakan hanya mau menerima fresh graduate, yang kemudian mereka latih dan didik sendiri sesuai dengan bidang garapan perusahaan.

Menjaga Tradisi

Perkembangan teknologi dan ekonomi tidak membuat bangsa Jepang kehilangan tradisi dan budayanya. Budaya perempuan yang sudah menikah untuk tidak bekerja masih ada sampai saat ini. Budaya minta maaf masih menjadi kebiasaan orang Jepang. Kalau suatu hari kamu naik sepeda di Jepang dan menabrak pejalan kaki, maka jangan kaget kalau yang kita tabrak malah yang minta maaf duluan. Sampai saat ini,  masyarkat Jepang relatif menghindari berkata “tidak” apabila mendapat tawaran dari orang lain. Jadi kita harus hati-hati dalam pergaulan dengan orang Jepang karena “hai” belum tentu “ya” bagi orang Jepang.

BACA JUGA: Belajar Budaya Jepang Dari Kata Maaf!

Lima karakteristik tersebut tentunya dapat kita contoh dan aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Yuk, jadi pribadi yang lebih baik lagi dan majukan bangsa Indonesia!

Hikma Adriani
Mahasiswa jurusan Akuntansi yang merangkap sebagai barista. Sangat suka dengan budaya Jepang.
Share this article

Artikel Terkait