Kawaii Beauty Japan

Lifestyle

Cari Tahu Jenis Kelamin Otakmu Dengan Tes Ini

Apakah kamu tahu, otak pria atau wanitakah yang kamu miliki? Tangan ternyata bisa digunakan untuk menunjukkan apakah otak seseorang itu berjenis kelamin pria atau wanita.

Santi Berlinawati

Otak seseorang sering mencerminkan jenis kelaminnya. Perbedaan antara otak berjenis kelamin pria dan wanita juga bisa dilihat dari kemampuan-kemampuan tertentu yang dianggap lebih maskulin atau feminin. Mau tahu apakah otakmu cenderung berjenis kelamin pria atau wanita? Coba saja beberapa tes yang bisa kamu lakukan sendiri, seperti di bawah ini.

Lakukan Tes Ini untuk Mengetahui Jenis Kelamin Otakmu

Tes menentukan otak wanita atau pria

Duduklah dan rileks sebentar. Kemudian tanpa berpikir, satukan tanganmu sehingga jari-jarimu terjalin satu sama lain. Sekarang perhatikan, ibu jari manakah yang berada di posisi atas? Ibu jari kiri atau kanan?

Untuk pria, biasanya ibu jari tangan kirimu akan berada di atas. Sebaliknya, untuk wanita, ibu jari kananlah yang di atas.

Sekarang lepaskan jari-jari tanganmu, dan perhatikan jari telunjuk dan jari manismu. Pada pria, jari manis cenderung lebih panjang bila dibandingkan dengan jari telunjuk. Pada wanita, ukuran kedua jari tersebut biasanya sama panjang.

Pria memiliki kemampuan visual dan spasial lebih baik dibandingkan wanita. Sedangkan wanita umumnya memiliki kemampuan verbal dan lebih berempati. Hal ini juga bisa ditunjukkan melalui tes mengenali ekspresi mata seseorang.

Dari 4 foto yang hanya memperlihatkan ekspresi mata saja, mereka yang memberikan 3 atau lebih jawaban benar mengindikasikan bahwa mereka memiliki otak wanita karena lebih berempati.

Unik sekali bukan? Ternyata otak kita juga memiliki jenis kelamin.

Apa Beda Otak Pria dan Wanita?

Memang masing-masing orang memiliki keterampilan dan minat yang berbeda-beda. Namun, ada beberapa dari keterampilan dan minat tersebut lebih banyak dilakukan oleh pria, dan sebagian lainnya lebih dipilih oleh wanita. 

Pria lebih terobsesi dengan hal-hal berbau otomotif. Mereka berkumpul di cafe membicarakan kecepatan mobil yang mungkin mereka sendiri tidak akan pernah mengendarainya. Mereka juga betah sekali duduk menonton TV.

Sebaliknya, wanita lebih bisa berempati dan memahami apa yang dirasakan atau dibutuhkan oleh orang lain. Di masa-masa krisis, mereka akan lebih menunjukkan simpati. Oleh sebab itulah, jika kamu seorang pria, mungkin kamu akan terkejut mengetahui ada 400 emosi berbeda yang dimiliki manusia. Namun, kalau kamu wanita, maka hal itu bukanlah hal yang mengejutkan lagi.

Penyebab Seseorang Memiliki Otak Berjenis Kelamin Pria atau Wanita

Apakah perbedaan perilaku pria dan wanita ini bawaan atau akibat pengaruh lingkungan? Dr. Michael Mosley dan Profesor Alice Roberts mencoba menjawabya dengan melakukan penelitian yang ditayangkan di acara Horizon di stasiun TV SBS One.

Profesor Alice Roberts menganggap bahwa lingkungan atau budayalah yang terlalu berlebihan dalam membeda-bedakan bagaimana memperlakukan pria dan wanita. Untuk mengetahuinya, dilakukan eksperimen dengan mendandani beberapa anak laki-laki menjadi seperti anak perempuan, dan sebaliknya.

Hasilnya? Anak laki-laki yang didandani seperti anak perempuan tersebut diperlakukan lebih lembut oleh orang-orang dewasa di sekitarnya. Sedangkan anak perempuan yang berdandan seperti laki-laki dibiarkan berperilaku kasar.

Profesor Alice Roberts  berpendapat bahwa orang tua tanpa sadar sudah mencetak anak-anak mereka menjadi berotak laki-laki atau perempuan, termasuk memperlakukan anak perempuan lebih lembut dan membiarkan anak laki-laki bertingkah laku lebih kasar.   

Dr. Michael Mosley juga setuju bahwa perilaku pria dan wanita banyak dipengaruhi oleh lingkungan. Akan tetapi, dia juga menambahkan bahwa ada hal biologis lain yang mempengaruhi perilaku tersebut.

Menurut Profesor Simon Baron-Cohen, seorang pakar otak dari Cambridge University, menyatakan bahwa perkembangan otak juga dipengaruhi oleh kadar hormon testosteron ibunya ketika masih berada di dalam kandungan.

Salah satu cara untuk mengetahuinya adalah dengan melihat ukuran jari telunjuk dan jari manismu. Semakin besar perbedaan ukurannya, semakin ‘pria’ jenis kelamin otakmu. So, sudah tahu jenis kelamin otakmu sekarang?

Tagged in:
Santi Berlinawati
Share this article

Artikel Terkait

Manfaat Jadi Influencer

Apa saja sih manfaat yang bisa kamu dapatkan jika jadi seorang influencer? Apa benar influencer juga memiliki manfaat untuk brand? Yuk baca selengkapnya.

Tha Arpy