Foto Hati-hati Resiko Kematian Mendadak Usai Olahraga

Hati-hati Resiko Kematian Mendadak Usai Olahraga

Foto Santi Berlinawati
Santi Berlinawati
Contributor
Benarkah terlalu keras berolahraga bisa menyebabkan kematian mendadak? Apa saja penyebabnya dan siapa saja yang bisa mengalami hal tersebut?

Mesin Jantung

Faktor Pemicu Kematian Mendadak Lainnya

Selain aritmia, ada beberapa faktor lainnya yang membuat seseorang lebih beresiko mengalami kematian mendadak. Faktor-faktor ini umumnya adalah faktor genetik atau bawaan, seperti yang diungkapkan oleh seorang dokter konsultan jantung dan elektrofisiologis, Jeremy Chow berikut ini:

Kelainan Jantung Kongenital

Kelainan ini adalah cacat pada organ jantung yang sudah terjadi sejak seseorang dilahirkan. Orang dengan gangguan ini biasanya memerlukan tindakan operasi untuk memperbaiki kondisi jantungnya agar dapat bertahan hidup lebih lama.

Kelainan Otot Jantung

Kematian mendadak sebagian besar disebabkan oleh faktor ini. Kelainan ini dapat berupa pembesaran otot jantung yang bisa menyebabkan fungsi jantung berjalan secara tidak normal.

Kelainan Arteri Jantung

Kelainan ini dapat terjadi karena tersumbatnya arteri ke jantung, yang selanjutnya akan mengganggu fungsi jantung. 

Infeksi Virus Atau Bakteri

Infeksi virus dan bakteri bisa terjadi pula pada organ jantung. Infeksi ini akan mengakibatkan peradangan atau inflamasi pada jantung, sehingga mengganggu kerja jantung.

BACA JUGA: Berlibur dan Berenang di Danau, Wanita ini Meninggal Karena Infeksi Otak

Detak Jantung

Aritmia, Penyebab Kematian Mendadak Setelah Berolahraga

Gangguan pada irama jantung atau yang sering disebut dengan aritmia sudah menyebabkan beberapa kasus kematian mendadak setelah berolahraga. Beny mengatakan bahwa atlet atau orang-orang yang rajin berolahraga pada umumnya memiliki otot jantung yang membesar.

Pembesaran otot jantung inilah yang memicu resiko gangguan listrik jantung. Jika listrik jantung terganggu, maka irama jantung juga ikut terganggu, sehingga jantung akan berdenyut jauh lebih cepat atau lambat, hingga terhenti. 

Ketika berolahraga, oksigen yang dibutuhkan oleh jantung meningkat agar darah dapat dipompa dengan lancar. Kelelahan setelah berolahraga bisa menyebabkan terganggunya irama jantung. Hal tersebut bisa menimpa siapa saja, bahkan mereka yang masih berusia muda.

Mesin Jantung

Faktor Pemicu Kematian Mendadak Lainnya

Selain aritmia, ada beberapa faktor lainnya yang membuat seseorang lebih beresiko mengalami kematian mendadak. Faktor-faktor ini umumnya adalah faktor genetik atau bawaan, seperti yang diungkapkan oleh seorang dokter konsultan jantung dan elektrofisiologis, Jeremy Chow berikut ini:

Kelainan Jantung Kongenital

Kelainan ini adalah cacat pada organ jantung yang sudah terjadi sejak seseorang dilahirkan. Orang dengan gangguan ini biasanya memerlukan tindakan operasi untuk memperbaiki kondisi jantungnya agar dapat bertahan hidup lebih lama.

Kelainan Otot Jantung

Kematian mendadak sebagian besar disebabkan oleh faktor ini. Kelainan ini dapat berupa pembesaran otot jantung yang bisa menyebabkan fungsi jantung berjalan secara tidak normal.

Kelainan Arteri Jantung

Kelainan ini dapat terjadi karena tersumbatnya arteri ke jantung, yang selanjutnya akan mengganggu fungsi jantung. 

Infeksi Virus Atau Bakteri

Infeksi virus dan bakteri bisa terjadi pula pada organ jantung. Infeksi ini akan mengakibatkan peradangan atau inflamasi pada jantung, sehingga mengganggu kerja jantung.

BACA JUGA: Berlibur dan Berenang di Danau, Wanita ini Meninggal Karena Infeksi Otak

Tes Kesehatan Jantung

Cegah Kematian Mendadak Usai Berolahraga

Kematian mendadak atau SDC seringkali tanpa gejala. Hal ini berbeda dengan serangan jantung yang biasanya menunjukkan gejala nyeri di dada yang kemudian menjalar. Orang yang terkena serangan jantung bisa bertahan beberapa saat. Namun, pada kasus SDC, kematian mendadak bisa benar-benar langsung terjadi dan tidak menunjukkan gejala.

Oleh sebab itu, sangat dianjurkan untuk memeriksakan kesehatan jantung guna mengetahui apakah kamu termasuk yang beresiko mengalaminya atau tidak. Tentu saja olahraga tetap penting untuk dilakukan, namun sesuaikan dengan porsi masing-masing dan jangan terlalu memaksakan diri.  

BACA JUGA: Benarkah Keringat Berlebih Baik Untuk Tubuh?

Logo Kawaii Beauty Japan

Gabung di social media kami untuk mendapatkan informasi dan tips kecantikan.

© 2021 PT Media Makmur

Logo Kawaii Beauty Japan Newsletter

Dapatkan informasi menarik beserta update Present terbaru dari Kawaii Beauty Japan dengan mengisi identitas Kamu di sini